Konversi Dokumen DBF ke MySQL

Saturday, December 29th, 2007

Di penghujung tahun biasanya orang - orang pada sibuk membuat resolusi untuk tahun berikutnya. Tapi berbeda dengan saya, di penghujung tahun ini malah posting hal - hal seperti ini. Sebenarnya saya sudah membuat beberapa point untuk resolusi 2008, tapi masih Beta, jadi belum bisa dirilis :)

Di penghujung tahun ini, saya dapat tugas untuk mengkonversi sebuah aplikasi yang dibuat dengan Foxpro menjadi aplikasi berbasis web. Karena saya kurang familiar dengan foxpro, jadi saya mencari tool yang bisa mengkonversi dari Foxpro menjadi MySQL. Akhirnya saya menemukan tool yang bisa memenuhi kebutuhan saya, yaitu dbf2mysql.

Tool ini mempunyai banyak opsi dalam penggunaannya, tetapi saya akan bahas sedikit (yang saya gunakan) saja. Berikut adalah salah satu contoh penggunaan dbf2mysql :

dbf2mysql [-h host database server] [-U user database] \
[-d nama database] [-t nama tabel] \
[-P password] [-f] [-c] file-dbf

Opsi - opsi yang digunakan :

-h

Opsi ini digunakan untuk menentukan host dari database server

-U

Opsi ini digunakan untuk menentukan user dari database server

-d

Opsi ini digunakan untuk menentukan nama dari database

-t

Opsi ini digunakan untuk menentukan nama dari tabel

-P

Opsi ini digunakan untuk menentukan password dari user database server

-f

Opsi ini digunakan untuk mengubah nama field menjadi huruf kecil (lowercase)

-c

Opsi ini digunakan untuk membuat table di database server, jika tabel belum ada.

Sekian saja pembahasan tentang penggunaan dbf2mysql. Untuk selengkapnya bisa anda lihat di manualnya.

Selamat Tahun Baru 2008

Apa Sih Framework Itu?

Wednesday, December 19th, 2007

Berawal dari postingan saya sebelumnya, ada yang menanyakan tentang apa sih framework itu sebenarnya? Waktu itu saya coba menjelaskan framework secara singkat, dan itu belum bisa membuatnya mengerti. Baiklah, disini akan saya bahas lebih lanjut tentang pengertian framework ini.

Menurut kamus Inggris - Indonesia yang disusun oleh John M. Echols dan Hassan Sadily framework memiliki arti kerangka. Tetapi saya lebih suka mengartikan framework ini menjadi kerangka kerja. Kenapa disebut kerangka kerja? Karena pekerjaan yang akan dilakukan harus mengikuti dan tidak lari dari kerangka tersebut. Seperti tukang jahit yang menggunting kain untuk pakaian berdasarkan pola(framework) yang ada. Maklum ibu saya adalah tukang jahit, maka itu saya tahu akan hal ini.

Kembali ke dunia IT khususnya pemrograman, framework terdiri dari modul - modul yang mempunyai tugasnya masing - masing (menangani database, XmlRPC, email, dll) dan memiliki aturan pakai (aturan penulisan kode program, struktur direktori/file, dan penggunaan modul). Memang menjadi lebih rumit dan lebih lambat, bagi anda yang biasanya menulis kode program tanpa menggunakan framework. Tapi percayalah, jika sudah terbiasa menggunakan framework maka anda akan merasakan manfaatnya yang begitu luar biasa yaitu waktu pengerjaan dan kode yang lebih sedikit dan juga file - file anda lebih terstruktur.

Kita asumsikan anda disuruh untuk membuat program yang membaca RSS dan kemudian menampilkannya. Dengan menggunakan framework, kita hanya tinggal panggil modul yang menangani RSS, buat object, panggil methodnya, kemudian tampilkan. Simpel kan? Hanya beberapa baris kode saja. Hal ini akan sangat jauh berbeda jika anda mengerjakannya tanpa framework.

Contoh diatas adalah contoh membuat aplikasi yang sederhana. Seperti kata Julius Sirait “Tapi kalau udah 20 tabel dan dengan business logic yang memusingkan, tetap aja bikin sakit kepala”.

Framework bukanlah kantong ajaib Doraemon yang akan memberikan apa yang anda minta. Framework hanya merupakan alat bantu. Jika anda disuruh merancang sitem yang besar, gunakanlah logika anda untuk merancangnya dan framework sebagai alat bantu untuk mengimplementasikan rancangan anda tersebut.

Saat ini tersedia banyak framework yang dapat anda pilih dan gunakan untuk membantu pekerjaan anda. Ada .NET (untuk membuat aplikasi yang jalan di Sistem Operasi Windows), Ruby On Rails (untuk membuat aplikasi web dengan bahasa Ruby), Django (untuk membuat aplikasi Web dengan bahasa Python) dan banyak lagi. Jadi intinya, framework ini dibuat untuk membantu pemrogram agar tidak memulai dari 0 (nol) lagi setiap projectnya. Mudah - mudahan penjelasan dan contoh diatas bisa membuat anda lebih mengerti.

Memilih Zend Framework Sebagai Web Framework

Wednesday, December 5th, 2007

Web Framework adalah framework (kerangka/kerja) yang digunakan untuk membuat aplikasi web. Penggunaan framework (kerangka kerja) ini ditujukan untuk memudahkan pekerjaan pemrogram dalam membuat aplikasi. Walaupun pada awalnya harus mempelajari bagaimana penggunaan dan mengikuti aturan dari framework (kerangka kerja) tersebut.

Untuk pembuatan aplikasi web, banyak tersedia framework yang bisa anda pilih sesuai dengan keinginan/kemampuan(?). Seperti Code Igniter yang menggunakan bahasa pemrograman PHP dan di milis - milis php banyak lowongan yang mewajibkan bisa menggunakan Framework ini, Rails menggunakan bahasa pemrograman Ruby dan lagi ngetop - ngetopnya, Django menggunakan bahasa pemrograman Python, Symfoni menggunakan bahasa pemrograman PHP dan digunakan Yahoo! untuk membangun Yahoo! Bookmarks, dan masih banyak lagi web framework lainnya. Untuk melihat daftar web framework yang ada dan masing - masing kelebihan dan kekurangannya bisa dilihat disini.

Dari sekian banyak framework yang tersedia, saya memilih Zend Framework. Walaupun saya baru 2 bulan terakhir menggunakan framework ini, karena sebelumnya mencoba membuat framework sendiri. Tapi karena waktu pengembangan yang minim, dan juga banyak bug :) maka saya putuskan untuk menggunakan framework yang sudah stabil.

Alasan memilih Zend Framework ini adalah karena saya lebih familiar dengan bahasa pemrograman PHP dan juga framework ini dikembangkan Zend secara resmi. Yang mana Zend adalah perusahaan yang membuat Zend Engine untuk PHP. Bagi anda yang mau mencoba Zend Framework ini dapat mengunduh kode sumbernya disini, file ini sudah disertai Zend Framework 1.0.1