Berawal dari ngobrol dengan Bos Eko tentang perusahaan. Ada sedikit perbedaan pendapat di antara kami, yaitu tentang keterlambatan pemberian gaji di suatu perusahaan. Menurut Bos Eko yang memandang hal ini dari sisi manajemen (baca bos), hal ini adalah hal yang biasa untuk suatu perusahaan yang sedang berkembang dan juga merupakan survival. Tapi menurutku yang memandang hal ini dari sisi karyawan ini adalah pemerasan bagi karyawan.
Kenapa pemerasan? Ya iya dong, masa kita kerja dibayarnya telat. Kalo kita selesaikan projectnya telat gimana? Bos bisa marah besar. Lha, jadi kalo bos ngasi gajinya telat gimana? Untung saja aku sekarang tidak bekerja di perusahaan seperti ini.
Gaji adalah hal yang paling sensitif bagiku. Bulan lalu ada tawaran untuk bekerja di perusahaan lain, dengan perbedaan gaji 75% lebih besar dari yang kuterima sekarang ini. Tapi aku tolak, kenapa? Karena disana pembayaran gaji bisa telat sampai tgl 10.
Tulisan ini bukan untuk memprovokasi anda (jika anda berada di perusahaan seperti ini) tapi merupakan bahan pertimbangan untuk anda. Jika anda loyal kepada perusahaan, apakah perusahaan loyal terhadap anda? Hal yang perlu anda ingat adalah anda hanya seorang karyawan, yang sewaktu - waktu bisa di PHK, diperlakukan secara tidak adil dan lain sebagainya.
Jadi ingat dengan salah seorang kawan yang sudah bertahun - tahun mengabdi di suatu perusahaan, dan sudah mendapatkan posisi yang bisa dibilang mapan. Tiba - tiba pada suatu hari, dia disingkirkan dari posisinya itu, dan digantikan oleh orang yang sama sekali tidak berkompeten dengan posisinya. Kenapa orang ini bisa menggantikannya? Karena orang tersebut ada nepotisme dengan pihak manajemen. Inilah kehidupan di perusahaan, dan hal - hal seperti ini bisa saja terjadi pada anda.
Ingat, anda boleh mencintai pekerjaan anda, tapi jangan pernah cintai perusahaan anda! Love your job, but don't love your company!
Hal ini berbeda jika perusahaan anda menawarkan opsi saham. Biasanya ini berlaku pada perusahaan start up. Kalau anda telat menerima gaji di sini, itu adalah resiko anda karena bergabung di perusahaan start up. Tapi keuntungannya adalah, jika perusahaan ini diakuisisi oleh perusahaan lain, atau perusahaan ini sudah IPO anda bisa jadi kaya mendadak. Seperti Chef Charlie Ayers mantan koki Google yang bisa membuka restoran sendiri setelah menjual sahamnya ketika Google IPO.
Kembali ke permasalahan gaji, mungkin ini suatu bahan pertimbangan untuk anda yang mempunyai perusahaan. Ingat, mereka sudah memberikan kewajiban mereka, dan sekarang kewajiban anda untuk memberikan hak mereka.
Comments
Wah bener.. jadi cintailah pekerjaanku sebagai Guru tp bukan cinta ama Binusnya
Wah kalau saham aku ga paham ^^
Aduuh lg ga ada jadwal ngajar. Nganggur. ga enaaaaaaak. Boriing (loh jd curhat)
curhat ya :))
iya, masalah gaji emang paling sensitif. apalagi kondisi ekonomi mefet kaya gini. telat 1-2 hari bisa di marahin tukang kredit soalnya banyak utangnya hahaha.
sabar deh bos ... hehehe
@Shirei
Kalo lagi nganggur, ngeblog aja :D
@Ferdhie
Bukan curhat sebenarnya, karena sekarang aku tidak berada di perusahaan seperti itu.
Tulisan ini cuma menggambarkan perasaanku jika aku berada di perusahaan seperti itu.
Btw, udah tgl 24 nih, seminggu lagi gajian :D
setuju bro!
gw yakin kalo kita mencintai pekerjaan dimanapun kita bakal dipake
Hmm..
kayaknya aku lebih milih cintailah diri sendiri hehehe
pembayaran gaji terlambat biasanya terkait langsung dengan buruknya manajemen
tetapi terlepas dari itu yang terpenting adalah komitmen dari perusahaan
komitmen apa? komitmen bahwa pegawai dianggaap sebagai asset, karena yang menentukan perusahaan maju atau mundurkan pegawai.
nah, adapun perusahaan yang semena2 terhadap pegawai adalah perusahaan yang dijalankan oleh sekelompok orang yang tidak mengerti bagaimana menjalankan perusahaan sebenarnya.
kalo aku "take the bright side" aja..
ya sekalian belajar berhemat hehehe...... dan motivasi nyari side job hehehe
dunia ga sedaun kelor bozzz.......
ga cocok di perusahaan yg satu cari lg ke yg lain:D
yg penting kita enjoy bekerja.
ato buka usaha sendiri aja kalii:-?
saya sangat setuju dengan pendapat anda, "Love your job, but don’t love your company!".
kebayang kalo anda sendiri tidak mencintai apa yang anda kerjakan, pasti ogah2an, males, boring, dsb.
kalo masalah gaji yang dibayar telat, kita harus mikirnya dari 2 sisi, jangan hanya mikir sebagai employe, tapi coba anda bayangkan jika anda punya perusahaan sendiri dan sedang dalam keadaan kekurangan tapi tetap harus membayar gaji karyawan, apa yang akan anda lakukan??
kita juga ga boleh lupa bahwa ada yang juga penting dari perusahaan selain gaji, lingkungan kerja yang positif seperti punya tim yang solid, punya proyek yang selalu membuat kita tertantang untuk belajar sehingga ilmu kita jadi berkembang.
seperti saya sekarang, dah ga punya tim, ga ada proyek yang menantang, jadi boring bener kl dikantor, tapi untungnya gaji ga telat :)
@Alfi Rizka (avikaco)
Setiap orang memang berbeda dalam menanggapi masalah gaji ini. Dan ini jadi pelajaran buat saya kalau jadi pengusaha nanti. Kalau memang gak bisa bayar orang ya kerja sendiri :D
Hal ini biasanya terjadi di perusahaan yang keuangannya belum stabil atau perusahaan yang baru tumbuh.
Mungkin hal ini juga yang merubah kultur dalam perusaahan, sehingga memberikan saham pada karyawannya. Jadi karyawan merasa memiliki perusahaan tersebut. Lirik dreamhost.com dan google.com (sebelum IPO)
Jadi bagi anda yang akan mendirikan perusahaan dan yakin bahwa perusahaan anda akan maju, dan tidak sanggup membayar orang, bisa memilih dengan memberikan opsi saham pada calon karyawan anda.
punya skill tinggi dulu
kerja di tempat yang bisa kasi gaji besar karena mereka perlu skill kita
punya dana lebih karena gaji besar
buka usaha sendiri
tetap bekerja (karena gaji nya besar)
kurasa itu ide yg baik... :)
Oiya jgn lupa jalan jalan ke gunung biar gak stress kali... hehehehe :D
Setuju!
Sudah seharusnya pemilik perusahaan lebih mementingkan karyawan dalam hal gaji. Kalau keuangan lagi sekarat, ya utamakan gaji karyawan dulu, baru pemilik. Bayarlah mereka (pekerja) sebelum keringatnya kering ;)
Alhamdulillah, saya sudah beberapa kali melakukan hal ini. Bagi saya, yang penting karyawan happy. Karyawan happy, insya Allah perusahaan maju :)
Kirim Komentar