Command Line Masih Lebih Maknyus

Tagged:

Berikut ini log dari ngobrol dengan salah satu teman yang programmer.

Doli Anggia: bang..
Doli Anggia: abg make svn pake terminal?
Dolly Aswin: yoi
Dolly Aswin: napa
Doli Anggia: gada pake client yg lebih manusiawi gitu?
Dolly Aswin: gak
Dolly Aswin: paling websvn lah
Dolly Aswin: untuk liat history2nya
Doli Anggia: kalo yg rapid??
Doli Anggia: rapidsvn
Dolly Aswin: cuma katanya lebih manusiawi yg rapidsvn
Dolly Aswin: cuma blum coba
Dolly Aswin: males pake mouse
Dolly Aswin: heheh
Dolly Aswin: pegal2 tangan jadinya

Dalam menggunakan komputer, saya memang lebih dominan menggunakan command line daripada menggunakan klak - klik (mouse). Dan saya merasa bisa bekerja lebih cepat dengan command line, kecuali untuk kasus - kasus tertentu (browsing, nonton video, dll). Karena itu saya sangat menyukai vim sebagai editor untuk mengetik kode - kode program karena fitur - fiturnya dapat digunakan tanpa harus menggunakan mouse.

Untuk svn client, saya juga lebih dominan menggunakan command line (checkout, import, add, update, revert, commit, delete, mv, cp). Dengan sedikit bantuan command line pekerjaan bisa menjadi lebih cepat.

Contoh:
Kita sudah menambahkan beberapa file di dalam folder kerja dan bergabung dengan file - file hasil checkout dari repository. Kemudian kita ingin menambahkan file - file tersebut kedalam repository. Kalau file yang akan ditambahkan jumlahnya sedikit sih tidak masalah, dengan svn add file1 file2 file3 juga bisa, tapi kalau jumlahnya banyak? Disinilah command line berperan untuk meringankan perkerjaan tambahan ini:

svn status | grep '^\?' | sed -e 's/^\?//g' | xargs svn add

Dengan sedikit command di atas, maka contoh kasus diatas bisa terselesaikan. Command di atas bisa dimodifikasi lagi untuk revert dan update.

Contoh:
Untuk membatalkan file yang baru saja ditambahkan ke repository

svn status | grep '^A' | sed -e 's/^A//g' | xargs svn revert

Contoh:
Untuk commit file - file yang sudah diubah.

svn status | grep '^M' | sed -e 's/^M//g' | xargs svn commit -m ""

Contoh - contoh diatas adalah salah 3 (tiga) dari sekian banyak alasan saya kenapa suka dengan command line.

Comments

Mantaaapp.. dijadikan bahan

Mantaaapp..
dijadikan bahan lgsg..sipsip..

Walaupun gag ngerti aku

Walaupun gag ngerti aku tentang subversion ini..
aku mo komentar tentang maknyuss-nya command line..
mungkin bagi yang harus dan biasa nongkrong di "terminal", maknyuss-lah si command line.

Tapi, beberapa hal menurutku harus berubah dari tradisi Linux yang terlalu command line-oriented ini. Penggunaan aplikasi vector drawing, photo editing, sound dan video editing yang notabene berbasis GUI mungkin harus pula digalakkan karena kita ingin opensource software di GUI berkembang pula...

ya kan bang?

(ah banyak kali capak awak pun :P)

wakakaka... lucu juga

wakakaka...
lucu juga statement si anggia.. `langsung dijadikan bahan` hahaha..
pernah nekad pake `layar2 hitam itu`..
pas waktu ngedit2 code > 10.000 baris, langsung masuk UGD..
hehhee...

@xidea Kalo 10.000 baris sih

@xidea

Kalo 10.000 baris sih gak terlalu masalah, asal ada foldingnya :p
Untung saja vim mendukung folding, jadi kode bisa lebih enak dilihat.

tapi kadang-kadang kalo untuk

tapi kadang-kadang kalo untuk ngoding harus digalakkan lah make IDE yang mumpuni bang. Dengan alasan produktivitas/produktifitas..

Kirim Komentar

Tidak akan dipublikasikan
  • Alamat web dan email dirubah menjadi hyperlink secara otomatis
  • Tag HTML yang diizinkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris baru maupun paragraph dipisahkan secara otomatis

Informasi lebih lanjut tentang format pesan