Pengaruh Direktori /var Yang Penuh Terhadap Sistem
Pada sistem operasi Unix dan keluarganya direktori /var digunakan untuk menampung varying content dan socket. Direktori ini juga menampung pesan - pesan yang dihasilkan oleh sistem yang biasa disebut dengan log.
Setiap pesan yang dihasilkan oleh sistem akan disimpan di direktori ini, sehingga menyebabkan isi dari direktori ini selalu bertambah. Biasanya sistem administrator menyediakan partisi sendiri untuk /var ini dengan kapasitas yang besar disesuaikan dengan penggunaannya yang selalu bertambah setiap saat.
Apa yang terjadi bila direktori /var penuh?
Jika hal ini terjadi bisa mengakibatkan program - program yang menggunakan direktori /var tidak bisa jalan. Selain itu juga akan memperlambat kinerja sistem.
Kemarin saya menghadapi 3 (tiga) server yang tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya disebakab direktori /var yang penuh.
Yang pertama adalah server customer. Squid tidak bisa jalan di sistem sehingga komputer yang ada di kantor customer tersebut tidak bisa browsing. Diakibatkan oleh sarg yang terus /var yang membuat file dan menyimpannya di direktori /var.
Yang kedua adalah server aplikasi di kantor. Waktu lagi remote ke server tersebut terasa lambat. Dan cek partisi dengan df -h rupanya /var penuh diakibatkan gammu yang error, sehingga mengirimkan terus pesan kesalahan ke file log nya di direktori
/var dan membuat direktori /var ini penuh.
Dan yang ketiga adalah server aplikasi juga. MySQL tidak bisa berjalan karena tidak bisa buat file socket ke direktory /var. Dan ini juga disebabkan oleh penuhnya direktori /var
Bagaimana solusi untuk menghindari penuhnya direktori /var?
Bisa dengan melakukan pengecekan secara berkala dan kemudian memindahkan pesan - pesan yang dihasilkan sistem (log) ke direktori lain. Dan hal ini bisa diautomasi dengan program kecil dan dijalankan pada cron job. Sehingga sistem administrator tidak perlu lagi mengecek secara manual.

Comments
data mysql juga diletak di
data mysql juga diletak di /var...
untuk masalah file log itu bisa memanfaatkan logrotate untuk pengelolaan file log lebih nyaman sehingga tidak menimbulkan bencana mendadak!
@rizahnst Data MySQl bisa
@rizahnst
Data MySQl bisa diarahkan ke tempat lain, pengaturannya ada di my.cnf
Terkadang logrotate kalah cepat sama program yang nulis log itu.
Contohnya si gammu, kalau ada error bisa menghasilkan log dalam satuan GB dalam beberapa menit :D
seandainya pake lvm, pasti
seandainya pake lvm, pasti ta` resize lagi disk-nya..
//ngaco ya, hehehhe
salam kenal..
Wah Banyak banget tips2 bagus
Wah Banyak banget tips2 bagus disini. Blognya juga dibangun pake drupal. Pasti smart banget nih yang punya blog. Salam kenal ya bang...
Oiya domisilinya dimana nih bang? Mau kasih tau aja kalo komunitas bloggger sumut udah ada. Milis (Bloggersumut@yahoogroups.com) dan blog agregasi (http://bloggersumut.net) juga dah ada. Siapa tau abang mau gabung dan sharing ilmu ke kami2 yang asli buta banget ama yang namanya drupal ;)
tipsnya berguna makasih
tipsnya berguna
makasih
@Adieska Boleh juga tuh
@Adieska
Boleh juga tuh komunitas bloggersumut, tadi udah cek sitenya jg.
Ah, drupal sih hampir sama aja kayak wordpress (sama - sama CMS)
cuma wordpress kan blog oriented, kalo drupal sih enggak.
thank's berat buat tips nya
thank's berat buat tips nya
mu'a hrp
to be your friend...
aku biasa pake cron sederhana
aku biasa pake cron sederhana semacam:
df > /tmp/df.txt && mail -s "Space HD" email@example.com < /tmp/df.txt && rm /tmp/df.txt
yg kirim email setiap sehari sekali
Btw, lebih kacau lagi kalau /tmp penuh, secara default setting mysql akan naruh socket di /tmp/mysql.sock, bisa kacau tuh ;))
Minal Aidin wal Faidzin Mohon
Minal Aidin wal Faidzin Mohon Maaf Lahir Batin
Kirim Komentar