Akun debian-sys-maint pada MySQL di Debian

Tuesday, April 1st, 2008

Kemarin ada teman yang mempunyai masalah pada MySQL Server di mesin Ubuntu miliknya. Setiap MySQL Server dijalankan selalu memberikan pesan kesalahan ERROR 1045 (28000): Access Denied For user ‘debian-sys-maint’@'localhost’. Pesan kesalahan ini didapat setelah mengimpor semua data dari MySQL Server yang ada di Windows termasuk database MySQL. Pesan ini menunjukkan bahwa akun debian-sys-maint mencoba menggunakan MySQL tetapi gagal dalam melakukan autentikasi.

Ada perlu apa debian-system-maint menggunakan MySQL?

Akun debian-sys-maint digunakan oleh sistem operasi Debian dan anak cucunya untuk melakukan maintenance terhadap MySQL. Yang mana setiap menjalankan MySQL Server maka sistem akan melakukan pengecekan apakah ada database ataupun tabel yang crash apa tidak. Jika ada yang crash maka mysql akan menampilkan proses apa saja yang ada pada MySQL dan juga statusnya. Pengecekan ini diatur pada file /etc/mysql/debian-start yang memanfaatkan tools dari mysql, yaitu mysqlcheck dan mysqladmin.

Kenapa bisa mendapat pesan kesalahan seperti ini?

Seperti sebelumnya yang saya katakan, pesan ini didapat karena akun debian-sys-maint gagal melakukan autentikasi. Hal ini disebabkan beberapa hal, yaitu:

  • Tidak adanya akun debian-sys-maint di MySQL disebabkan oleh impor data yang dilakukan. Karena pada data yang sebelumnya (MySQL versi Windows ataupun Sistem Operasi lain) tidak memiliki akun debian-sys-main.
  • Tidak cocoknya password debian-sys-maint pada file konfigurasi dengan password MySQL
    Konfigurasi dari akun debian-sys-maint sendiri bisa dilihat pada file /etc/mysql/debian.cnf

Bagaimana cara mengatasinya?

Untuk mengatasi masalah ini cukup dengan menset ulang password akun debian-sys-maint diganti dengan password yang ada pada file konfigurasi. Jika akun debian-sys-maint ternyata tidak ada di MySQL maka kita harus membuatnya terlebih dahulu. Untuk melakukannya cukup dengan cara berikut:

$ mysql -u root -p

mysql> GRANT ALL PRIVILEGES ON *.* TO ‘debian-sys-maint’@'localhost’ IDENTIFIED BY ‘password yg ada di file konfigurasi’ WITH GRANT OPTION;

mysql> \q

$ sudo /etc/init.d/mysql restart

Keterangan:

  • Pertama - tama kita masuk ke MySQL dengan menggunakan akun root.
  • Setelah masuk maka kita menjalankan perintah GRANT ALL … untuk menambahkan akun ataupun menset ulang password debian-sys-maint.
  • Keluar dari mysql
  • Restart MySQL Server untuk melihat apakah masih ada pesan kesalahan seperti sebelumnya.

Lasix
Instant approval credit cards applications
Client dns openVPN
Buy Diclofenac
Credit card application
Sleepwell
Buying life insurance
Credit card reward offers
Credit reports com
Canada credit card online application
Low fixed interest apr credit cards balance transfers
Order credit reports
Online Viagra Cialis
Tramadol Online
Cozaar
Home insurance uk
Credit score interest rate
Phentermine Online
Secured credit card applications
Free credit report service
VPN download
Popular press article on college credit card debt
Cheap Cipro
Free credit report online no membership
Credit report and scores
Credit score of
Zovirax
Affect credit score
Get credit score
Ansaid
Credit report bureau
Burial insuranceCreditcard debt elimination
Cheap Lisinopril
Voltaren
Avapro
Best credit score
Tylenol
Health care insurance
Credit card debt consolidation
Credit card application bad
Online capital one 0 interest credit card application
Loans credit score
Levitra
Credit rating report
Correcting credit reports
Buy Viagra
Card credit debt option reduction
Cheap Protonix
Boost your credit score
Torn up credit card application
No credit card application
Allegra
Buy Flomax
Xenical
Credit scores online
Purchase auto insurance online
Plendil
Cheap Capoten
Application bad card credit credit unsecured
Coreg
Free Sprint Ringtones
To increase credit score
Cephalexin
Free online credit report no trial offer
Credit score loan
Card credit debt grant help pay
Credit card applications with
Instant free credit report
Chase manhattan credit card application
Free credit report. Com
Credit report gov
Online Nexium
Propecia
Homeowners insurance quotes
Increasing credit scores
Levaquin

Mengubah Zona Waktu di Ubuntu Server 7.10

Tuesday, March 4th, 2008

Kemarin pagi saya mendapat tugas untuk menginstal LINUX di salah satu PC customer yang akan dijadikan server aplikasi berbasis LAMP. Tentu saja distro yang saya gunakan adalah distro favorit saya yaitu Ubuntu, dan kali ini saya menggunakan Ubuntu Server 7.10.

Karena proses instalasi yang sambilan dan saya juga ada kerjaan lain pada saat itu, saya lupa untuk menset zona waktu dari Ubuntu Server tersebut dan hanya memilih zona waktu default pada saat instalasi.

Karena zona waktu yang tidak sesuai dengan zona waktu yang biasa digunakan yaitu (Asia/Jakarta) maka setelah proses instalasi selesai saya ingin mengganti zona waktu di Ubuntu Server tersebut. Awalnya bingung juga bagaimana cara mengganti zona waktu tersebut menggunakan command line, karena Ubuntu Server tidak menginstal paket Desktop. Berkat bantuan google maka masalah ini dapat diatasi dengan perintah dpkg-reconfigure tzdata

$ sudo dpkg-reconfigure tzdata

 

 

Untuk pengaturan zona waktu melalui Desktop dapat dilakukan dengan mudah. Cukup dengan:

  • Klik kanan pada jam yang ada di panel.
  • Pilih “Adjust Date & Time”
  • Kemudian pilih zona waktu dengan mengklik tombol “Select Time Zone”. Pemilihan zona waktu dapat dilakukan dengan mengklik peta ataupun memilih list zona waktu yang ada dibawah.
  • Jika sudah memilih zona waktu, maka klik tombol “Close” kemudian klik tombol “OK”.
Untuk lebih jelasnya bisa melihat tautan berikut ini.
Catatan:
dpkg-reconfigure tzdata ini sepertinya hanya berlaku di Ubuntu 7.10 saja. Saya sudah mencoba di Ubuntu 6.10 dan Debian 4.0, tapi tidak bisa menggunakan cara tersebut. Sebagai alternatif dapat menggunakan tzconfig.

Aktifkan Modul PHP 5 Untuk Apache 2 di Ubuntu

Monday, March 3rd, 2008

Pada sistem operasi debian dan turunannya, instalasi Apache 2 dan PHP 5 sangat mudah dilakukan. Cukup dengan

sudo apt-get install apache2 php5

Dengan perintah ditas maka Apache 2 dan PHP 5 akan diinstall ke dalam sistem operasi dan juga langsung dikonfigurasi agar bisa bekerja sama.

Masalah yang sering terjadi adalah Apache tetap saja tidak mengenali PHP dan setiap mengakses file php lewat http maka Apache akan mengkonfirmasi apakah file PHP tersebut ingin diunduh apa tidak. Hal ini bisa disebabkan terjadinya error pada saat instalasi, ataupun paket libapache2-mod-php5 yang diunduh sebelumnya rusak.

Agar PHP 5 yang sudah diinstall tadi bisa bekerja sama dengan Apache 2 maka PHP 5 harus dikonfigurasi ulang dan paket libapache2-mod-php5 dibuang terlebih dahulu. Untuk melakukannya bisa mengikuti langkah - langkah berikut:

sudo a2dismod php5

Non aktifkan modul PHP5 yang sudah diaktifkan sebelumnya.

sudo /etc/init.d/apache2 force-reload

Reload Apache 2, untuk membuang modul PHP5 dari konfigurasinya.

sudo apt-get remove libapache2-mod-php5

Buang paket libapache2-mod-php5 dari sistem operasi

sudo apt-get clean

Perintah ini akan membuang paket - paket yang sudah didownload sebelumnya dari cache apt-get. Jadi untuk instalasi berikutnya tidak mengambil paket dari cache tapi akan langsung dari repository.

sudo apt-get install libapache2-mod-php5

Perintah ini akan menginstalasi kembali paket libapache2-mod-php5

sudo a2enmod php5

Aktifkan kembali modul php5 untuk Apache 2

sudo /etc/init.d/apache2 force-reload

Reload Apache 2, untuk mengaktifkan konfigurasi modul Apache 2

Dengan menjalankan perintah - perintah diatas maka Apache 2 akan mengenali PHP, dan mengeksekusi PHP jika ada request ke file PHP dari http.

Catatan:
a2enmod adalah aplikasi yang digunakan untuk mengaktifkan modul - modul di Apache 2 dan bisa digunakan untuk mengaktifkan modul - modul lainnya seperti mod_rewrite, mod_proxy dan lain - lain. Aplikasi ini hanya ada di sistem operasi Debian dan turunannya.

a2dismod adalah aplikasi yang digunakan untuk menonaktifkan modul - modul yang sudah aktif di Apache 2. Sama sperti a2enmod aplikasi ini dapat digunakan untuk menonaktifkan modul - modul yang lain dan juga hanya tersedia untuk sistem operasi Debian dan turunannya

Tautan Terkait:
Apache MySQL PHP

Tidak Bisa Mengakses MySQL Server di Ubuntu

Wednesday, January 30th, 2008

Kemarin ada teman yang tanya kepada saya, kenapa dia tidak bisa mengakses MySQL Server di mesin Ubuntu dari komputer lain. Dan kasus ini cuma terjadi pada mesin Ubuntu saja, karena dia sudah mencoba mengakses MySQL Server ke mesin Fedora dan ternyata bisa. Biasanya ada beberapa point yang bisa menyebabkan hal ini, diantaranya:

  • Belum ditambahkan host “%” untuk user tersebut, pada tabel user di database mysql.
  • Adanya firewall pada network yang memblok port MySQL (default 3306)

Dari kedua point diatas, tidak ada satu pun yang menjadi jawaban atas permasalahan teman saya tersebut. Untuk point pertama, dia sudah menambahkan host “%” untuk user tersebut sebelumnya. Dan untuk point kedua, dia bisa mengakses MySQL Server di mesin Fedora, berarti tidak ada firewall yang memblok port MySQL.

Kemudian saya mencoba mencari di google, dan menemukan jawaban yang sebenarnya. Untuk sistem operasi Debian dan turunannya secara default parameter bind-address di set ke 127.0.0.1 pada file my.cnf yang menyebabkan MySQL Server tidak bisa diakses dari komputer lain. Hal ini dibuat untuk alasan keamanan.

bind-address = 127.0.0.1

Memang tidak baik memberikan akses ke database server dari komputer lain, tetapi ada kalanya kita membutuhkan hal tersebut. Agar MySQL Server bisa diakses dari komputer lain, ubah nilai dari parameter bind-address menjadi alamat network yang dizinkan untuk mengakses MySQL Server tersebut. Bisa juga dengan menghapus paramater tersebut atau menjadikannya komentar.

#bind-address = 127.0.0.1