Php

Php

Penggunaan Zend Controller Plugin

Untuk mencegah duplikasi, maka langsung saja lihat disini. Sengaja saya posting di zendindonesia.com, agar tutorial/tips Zend Framework dalam bahasa Indonesia terkumpul di satu tempat saja.

Serialisasi Variabel di PHP

Tagged:

Serialisasi (serialization) adalah suatu teknik di dalam bahasa pemrograman yang digunakan untuk merepresentasikan suatu data/variabel ke dalam string. Ini ditujukan agar data tersebut dapat disimpan di suatu file atau dikirimkan melewati koneksi jaringan ke komputer lain.

Aktifkan Modul PHP 5 Untuk Apache 2 di Ubuntu

Pada sistem operasi debian dan turunannya, instalasi Apache 2 dan PHP 5 sangat mudah dilakukan. Cukup dengan

sudo apt-get install apache2 php5

Dengan perintah ditas maka Apache 2 dan PHP 5 akan diinstall ke dalam sistem operasi dan juga langsung dikonfigurasi agar bisa bekerja sama.

Eksepsi dan Penanganan Kesalahan di PHP

Tagged:

PHP sudah mendukung eksepsi sejak dirilisnya PHP5. Eksepsi sendiri bertujuan agar kita bisa menentukan tipe dan isi dari pesan kesalahan. Jika kode program yang dibuat memenuhi kondisi untuk eksepsi tersebut, maka pesan kesalahan akan ditampilkan oleh interpreter PHP dan program akan berhenti (tidak memproses kode berikutnya).

Mode Interaktif di Php

Tagged:

Terinspirasi dari idle milik python, saya mencoba mencari aplikasi serupa untuk Php. Setelah mencari informasi di google, saya menemukan tautan berikut. Dari tautan tersebut di jelaskan bahwa ternyata interpreter Php sudah menyertakan mode interaktif.

Memilih Zend Framework Sebagai Web Framework

Web Framework adalah framework (kerangka/kerja) yang digunakan untuk membuat aplikasi web. Penggunaan framework (kerangka kerja) ini ditujukan untuk memudahkan pekerjaan pemrogram dalam membuat aplikasi. Walaupun pada awalnya harus mempelajari bagaimana penggunaan dan mengikuti aturan dari framework (kerangka kerja) tersebut.

Untuk pembuatan aplikasi web, banyak tersedia framework yang bisa anda pilih sesuai dengan keinginan/kemampuan(?). Seperti Code Igniter yang menggunakan bahasa pemrograman PHP dan di milis - milis php banyak lowongan yang mewajibkan bisa menggunakan Framework ini, Rails menggunakan bahasa pemrograman Ruby dan lagi ngetop - ngetopnya, Django menggunakan bahasa pemrograman Python, Symfoni menggunakan bahasa pemrograman PHP dan digunakan Yahoo! untuk membangun Yahoo! Bookmarks, dan masih banyak lagi web framework lainnya. Untuk melihat daftar web framework yang ada dan masing - masing kelebihan dan kekurangannya bisa dilihat disini.

Dari sekian banyak framework yang tersedia, saya memilih Zend Framework. Walaupun saya baru 2 bulan terakhir menggunakan framework ini, karena sebelumnya mencoba membuat framework sendiri. Tapi karena waktu pengembangan yang minim, dan juga banyak bug :) maka saya putuskan untuk menggunakan framework yang sudah stabil.

Alasan memilih Zend Framework ini adalah karena saya lebih familiar dengan bahasa pemrograman PHP dan juga framework ini dikembangkan Zend secara resmi. Yang mana Zend adalah perusahaan yang membuat Zend Engine untuk PHP. Bagi anda yang mau mencoba Zend Framework ini dapat mengunduh kode sumbernya disini, file ini sudah disertai Zend Framework 1.0.1

Plugin yoo Untuk Wordpress

Tagged:

Bagi anda yang sudah menjadi member papayanews.com istilah yoo tentu tidak asing lagi. Bagi anda yang belum tahu apa itu yoo, bisa mencobanya dengan mendaftar terlebih dahulu di papayanews :)

Bersahabat Dengan Single Quotes

Jika tidak diescape, Single Quotes (tanda kutip satu) yang dikirim melalui form pada aplikasi web dapat menimbulkan masalah yang besar. Masalah yang ditimbulkannya bermacam - macam, dari SQL Injection sampai gagalnya data di insert ke database.

PHP Bukan Untuk Web Desain!

Tagged:

Aku sering sekali mendapat pertanyaan seperti ini.
Penanya : Kerja dimana?
Dolly : Di Nusanet.
Penanya : Sebagai apa disana?
Dolly : Programmer.
Penanya : Pake bahasa apa?
Dolly : PHP.
Penanya : Oooh, web desain ya?
Dolly : * Gedubrak *

Hari gini gak tau PHP itu untuk apa sebenarnya? Kalau yang bertanya itu orang awam masih bisa aku tolerir, tapi yang menanya ini adalah orang yang hidupnya sehari - hari tidak jauh dengan IT, bahkan juga ada dosen Teknik Informatika yang menanya seperti ini padaku :)

PHP memang sering digunakan untuk Web Development bukan Web Desain! Walaupun ada yang menggunakan PHP untuk perangkat bantu system administrator (ini yang dulu sering aku kerjakan di kantor), bahkan ada yang membuat web server dengan PHP.

PHP adalah bahasa pemrograman scripting, sama dengan bahasa pemrograman scripting lainnya seperti Perl, Python, TCL, Ruby dan lain - lain. (CMIIW)
Jadi, yang namanya bahasa pemrograman ya digunakan untuk membuat program bukan untuk mendesain web! Emangnya web perlu pake program? (Mudah - mudahan gak ada yang bertanya seperti ini padaku).

Web itu terbagi dua, web statis dan web dinamis. (CMIIW)
Web statis adalah web yang hanya berupa desain saja, kalaupun perlu merubah informasi didalamnya, dilakukan dengan mengedit file html nya saja. Untuk web statis ini tidak perlu program, cukup HTML dan CSS untuk membuatnya.
Web dinamis adalah web yang tidak hanya berupa desain saja, tapi informasi didalamnya selalu up to date. Contoh yang paling simpel adalah situs berita. Untuk membuat web dinamis ini dibutuhkan program. Nah, disinilah peran dari PHP.

Jadi, setelah membaca tulisan ini anda sudah tau fungsi dari PHP itu sebenarnya, dan tidak lagi memberikan pertanyaan aneh seperti di atas kepada orang lain.

register_globals on VS register_globals off di PHP

Tagged:

Masalah yang kerap terjadi pada saat migrasi server atau upgrade versi PHP adalah masalah di register_globals. Jika anda membuat code di lingkungan register_globals on maka anda akan menghadapi masalah jika pindah ke linkungan yang register_globals off. Saya sendiri selalu membuat code kompatibel dengan kondisi register_globals off. Dengan tujuan agar tidak ada masalah dengan register_globals jika upgrade versi PHP atau pun pindah server dan juga karena alasan keamanan.

Pada umumnya pihak web hosting menset register_globals off. Hal ini tentu akan menimbulkan masalah bagi anda yang membuat code di lingkungan register_globals on. Walaupun hal ini dapat diatasi dengan membuat file .htaccess yang isinya

 php_flag register_globals on

Mengapa kita sampai bisa menggunakan settingan register_globals on ?

Hal ini mungkin disebabkan karena distribusi PHP seperti phptriad maupun XAMPP 1.5 yang secara default register_globals di set On. Ditambah lagi banyaknya buku PHP yang beredar dimana sample codenya itu masih menggunakan register_globals on.

Jadi, bagaimana mengatasinya ?

Biasakan menulis code di lingkungan register_globals off, selain lebih aman hal ini tentu akan mengurangi masalah anda dengan register_globals.

Syndicate content